Penetapan KLB Campak di Puskesmas Ambacang
Puskesmas Ambacang, yang berada di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus campak setelah tiga anak positif terinfeksi. Keputusan ini diambil setelah hasil pemeriksaan sampel darah yang dilakukan oleh pihak puskesmas menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak.
Lonjakan kasus campak terjadi sejak awal Oktober 2025 hingga pekan kedua November 2025. Kepala Puskesmas Ambacang, Riny Zulfianty, menjelaskan bahwa laporan kasus pertama muncul dari seorang anak yang berasal dari kawasan Andalas, Padang Timur. Dua kasus lainnya ditemukan melalui hasil pemeriksaan rumah sakit.
Untuk menghentikan penyebaran virus, pihak puskesmas melakukan ORI imunisasi campak pada pekan kedua November 2025. Program ini menyasar anak usia sembilan bulan hingga enam tahun. Namun, angka imunisasi di Kelurahan Lubuk Lintah masih mencapai 40 persen, jauh dari standar nasional. Rendahnya angka imunisasi ini disebabkan oleh kurangnya izin orang tua, terutama ayah, yang membuat pihak puskesmas kesulitan dalam pelaksanaannya.
Jika anak tidak mendapatkan imunisasi, mereka bisa terdampak lebih parah dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, mata memerah, dan ruam pada kulit. Di luar angka positif, Riny menyebut bahwa angka kasus suspek campak juga meningkat. Hingga saat ini, tercatat 21 kasus suspek sejak awal Januari 2025.
Kendala dalam Imunisasi
Di Puskesmas Ambacang, angka imunisasi campak masih berkisar pada 40 persen, sedangkan di Puskesmas Pauh mencapai 60 persen dan Puskesmas Andalas belum mencapai standar nasional. Riny Zulfianty mengungkapkan bahwa imunisasi masih menjadi kendala utama dalam mencegah kasus campak, meskipun telah melakukan berbagai pendekatan.
Pihak puskesmas telah melakukan sosialisasi melalui Posyandu, sekolah, bahkan ke rumah-rumah. Namun, banyak orang tua yang masih ragu karena narasi negatif yang beredar di media sosial. Beberapa orang tua menganggap imunisasi sama dengan vaksinasi COVID-19, sehingga merasa takut akan efek sampingnya.
Banyak orang tua, termasuk ayah, tidak memberikan izin untuk imunisasi. Hal ini membuat pihak puskesmas kesulitan dalam melaksanakan program tersebut. Meskipun vaksin campak sudah teruji secara medis dan digunakan sejak dulu, informasi yang berseliweran di media sosial tetap memengaruhi kepercayaan masyarakat.
Penangkapan Pelaku Pencurian HP
Sebuah drama penangkapan yang menunjukkan kolaborasi antara keberanian warga dan kesigapan aparat terjadi di kawasan Pasar Ambacang, Kuranji, Kota Padang, pada Selasa (11/11/2025) sore. Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang berhasil mengamankan RS (45), seorang pria dari Padang Pariaman, yang nekat mencuri ponsel di sebuah warung.
Kejadian berawal dari kelengahan sesaat pemilik warung, Fitria Oktaviani, yang meletakkan ponsel Samsung Galaxy M12 warna biru miliknya sebelum masuk ke rumah di belakang warung. Saksi mata, M Haris Syahiehan, melihat gerak-gerik mencurigakan RS yang menyelinap masuk dan langsung bertindak cepat.
Dalam kepanikan, RS sempat melempar ponsel curiannya dan berusaha kabur. Namun, upaya tersebut pupus di tangan warga yang sigap. Motor pelaku berhasil ditahan, dan RS pun tertangkap basah di lokasi kejadian. Pelaku kini dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian, dan terancam hukuman kurungan penjara maksimal lima tahun.
Evakuasi Ular Piton di Jalan Gajah Mada
Warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, dikagetkan dengan menemukan seekor ular jenis piton bersembunyi dalam pecahan beton, Kamis (13/11/2025). Warga bernama Irwan Desi (63) langsung melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengatakan bahwa laporan masuk pada pukul 11.03 WIB. Setelah menerima laporan, diturunkan satu mobil Damkar dengan tujuh orang petugas. Petugas menggunakan peralatan khusus berupa tongkat penjepit untuk menarik ular tersebut dari lubang pecahan beton rumah warga.
Proses evakuasi selesai pada pukul 11.20 WIB, dan berlangsung dengan aman. Rinaldi mengimbau kepada masyarakat yang menemukan kejadian serupa untuk dapat melaporkannya ke Damkar Padang. Sebelumnya, Damkar juga mengevakuasi seekor ular di Jalan Komplek Kubu Dalam Asri, Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat.



