Fakta Menyedihkan tentang Rizki Nur Fadhilah, Kiper Muda yang Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja
Rizki Nur Fadhilah, seorang kiper muda yang pernah mengikuti Diklat Persib, diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Remaja berusia 18 tahun ini diberi janji untuk ikut seleksi sepak bola di Medan, tetapi justru terjebak dalam situasi yang sangat menyedihkan.
Pengalaman Buruk yang Dialami Fadhil
Fadhil mengalami berbagai bentuk penyiksaan selama berada di Kamboja. Ia dipaksa bekerja mulai pukul 08.00 hingga 00.00. Selain itu, ia juga sering diberi tugas berat seperti mengangkat galon dari lantai satu ke lantai sepuluh. Jika tidak memenuhi target, Fadhil mendapat hukuman fisik seperti dipukul hingga 500 kali.

Awal Keterlibatan dengan Penipuan Sepak Bola
Awalnya, Fadhil tertarik pada tawaran seleksi sepak bola oleh seseorang yang mengaku sebagai manajer klub profesional asal Medan. Informasi tersebut diperolehnya melalui media sosial Facebook. Setelah itu, ia berangkat dari Kabupaten Bandung ke Jakarta dan kemudian ke Medan. Namun, ternyata ia justru dibawa ke Kamboja.
Kejanggalan dalam Proses Pergi ke Medan
Nenek Fadhil, Imas Siti Rohanah, mengungkapkan bahwa awalnya dia tidak curiga terhadap orang yang mengaku sebagai manajer klub tersebut. Namun, ketika Fadhil bilang bahwa ia ada di Kamboja, orang tersebut menghilang.
Ayah Fadhil, Dedi Solehudin, menambahkan bahwa tawaran kontrak main bola di Medan ternyata palsu. Fadhil justru dibawa ke Kamboja dan dipaksa bekerja sebagai "penipu" dengan modus platform percintaan.
Kondisi Fadhil di Kamboja
Sesampainya di Kamboja, Fadhil sempat berkomunikasi dengan ayahnya dan mengabarkan bahwa ia sering mendapatkan tindak kekerasan oleh pimpinannya. Ia dipaksa mencari 20 kontak calon korban yang kaya raya dari berbagai negara untuk ditipu. Jika tidak memenuhi target, maka akan mendapat penyiksaan fisik.
Upaya Keluarga untuk Memulangkan Fadhil
Dedi mengungkapkan bahwa keluarganya sudah mencari bantuan ke berbagai pihak terkait, mulai dari penegak hukum, dinas, hingga ke Gedung Sate. Meskipun begitu, sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang signifikan.
Keluarga Fadhil sangat berharap pemerintah dan pihak terkait bisa bergerak cepat untuk menyelamatkan dan memulangkan anaknya yang saat ini sedang terancam di Kamboja.
Tanggapan APPI
Presiden APPI, Andritany Ardhiyasa, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus TPPO yang menimpa Rizki Nur Fadhilah. APPI telah berkomunikasi dengan keluarga Rizki dan siap untuk membantu upaya pemulangan Rizki kembali ke Indonesia.
APPI mendesak Kementerian Luar Negeri khususnya melalui KBRI di Kamboja untuk aktif memfasilitasi proses pemulangan Rizki, serta melakukan pendampingan konsuler agar haknya dilindungi. APPI juga meminta Pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia untuk berkomunikasi aktif dengan terduga pelaku tindakan TPPO dari Rizky dan segera mengusut tuntas dugaan perdagangan manusia ini.
Harapan Keluarga dan Komunitas
Fadhil merupakan seorang penjaga gawang yang sempat berlatih di klub lokal Kabupaten Bandung dan berlatih di Diklat Persib. Di kehidupan sehari-harinya, Fadhil adalah sosok yang periang dan aktif bersosialisasi. Selain bermain sepak bola, ia juga sering membantu keluarganya berjualan coklat.
Imas mengungkapkan bahwa cucu kesayangannya itu mendapatkan perlakuan buruk di Kamboja. Bahkan jika tidak menyelesaikan pekerjaannya sebagai orang 'menipu' (scammer) di platform percintaan dengan baik, Fadhil mendapatkan hukuman hingga kekerasan fisik.
Oleh karena itu, Imas berharap kepada pemerintah daerah ataupun pihak-pihak terkait bisa memberikan respon yang cepat untuk memulangkan sang cucu dari negara Kamboja.