Nasib Anita Tumbler: Dipecat dan Tak Diakui Kampus Meski Bukan Lulusan Universitas Sahid

Erlita Irmania
0
Nasib Anita Tumbler: Dipecat dan Tak Diakui Kampus Meski Bukan Lulusan Universitas Sahid

Klarifikasi Universitas Sahid Mengenai Anita

Universitas Sahid (USAHID) memberikan klarifikasi terkait status Anita Dewi Lestari, yang disebut-sebut sebagai mahasiswa atau alumni kampus tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan, universitas menegaskan bahwa Anita bukanlah mahasiswa aktif maupun lulusan dari kampus ini.

Berdasarkan data internal, Anita hanya terdaftar sebagai mahasiswa selama beberapa semester dan tidak menyelesaikan studinya. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Sahid Nomor: 109/USJ-01/A-50/2022 tentang Pemberhentian Mahasiswa Habis Masa Studi dan yang Tidak Memenuhi Ketentuan Akademik Semester Genap T.A. 2021/2022.

Universitas Sahid juga menyatakan bahwa pihak kampus tidak memiliki keterkaitan dengan kejadian yang beredar di media sosial, termasuk kasus tumbler yang hilang di Kereta Rel Listrik (KRL). Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak mengaitkan informasi tersebut dengan institusi mereka, demi menjaga akurasi informasi dan menghindari kesalahpahaman publik.

Peristiwa Tumbler yang Viral

Anita viral setelah membagikan kisahnya kehilangan tumbler saat naik KRL Commuter Line. Kejadian ini berdampak pada petugas KAI bernama Argi yang kemudian dipecat dari pekerjaannya. Setelah membuat Argi dipecat, kini Anita juga mengalami nasib serupa. Ia diberhentikan dari tempat kerjanya setelah curhatannya di Threads @anitadewl viral.

Daidan Utama Pialang Asuransi, perusahaan yang menaungi Anita, menyampaikan rasa prihatin atas pemecatan petugas KAI tersebut. Mereka mengaku telah melihat bukti-bukti serta menerima masukan mengenai masalah yang terjadi. Perusahaan menyebut tindakan Anita tidak merepresentasikan nilai dan budaya perusahaan secara keseluruhan.

Pada akhirnya, Daidan Utama Pialang Asuransi melakukan investigasi mendalam sebelum mengambil tindakan tegas sesuai peraturan. Mereka resmi memecat Anita per tanggal 27 November 2025.

Penjelasan KAI Mengenai Status Argi

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, membantah bahwa PT Kereta Api Indonesia (Persero) sempat memecat petugas bernama Argi imbas ribut-ribut tumbler penumpang yang hilang di stasiun. Anne menyatakan, Argi hanya lepas dinas atau nonaktif sementara hingga permasalahan tersebut menemui titik temu dan selesai demi perlindungan perusahaan kepada karyawan.

"Ada mispersepsi yang saya lihat disampaikan bahwa berhenti bekerja. Sebenarnya lepas dinas itu adalah kondisi di mana ketika ada komplain, kita menarik dulu petugasnya sampai itu clear," kata Anne.

Ia menyebut bahwa standar tersebut berlaku untuk seluruh pegawai PT KAI (Persero). Selama proses berlangsung, KAI juga akan mendampingi, termasuk memberikan berbagai layanan. Dalam kasus kereta anjlok di Bekasi yang dikategorikan sebagai Peristiwa Luar Biasa (PLH), misalnya, KAI memberikan layanan psikologis kepada masinis yang menghadapi peristiwa tersebut.

Awal Mula Kejadian

Anita mengaku kehilangan tumbler atau wadah minuman saat menaiki kereta dari Stasiun Tanah Abang. Petugas KAI yang bertugas pada saat itu, Argi terkena imbas akibat insiden tersebut. Argi mengatakan dirinya dipecat karena adanya keluhan penumpang bernama Anita yang kehilangan tumbler.

Peristiwa ini bermula saat Anita menaiki KRL dari Stasiun Tanah Abang. Saat turun di Stasiun Rawa Buntu, ia lupa mengambil cooler bag-nya di bagasi kereta. Anita kemudian menghubungi petugas untuk mengambil kembali cooler bag berisi alat pumping ASI hingga tumbler tersebut.

Cooler bag Anita berhasil ditemukan oleh petugas di gerbong khusus wanita. Lewat foto yang dikirimkan, tumbler warna biru juga terlihat masih berada di dalamnya. Cooler bag milik Anita kemudian diamankan di Stasiun Rangkas Bitung.

Keesokan harinya, Anita mengambil cooler bag tersebut, namun saat dicek, tumbler sudah tidak ada di dalamnya. Anita kemudian menceritakan kisahnya melalui akun Threads @anitadewl dan viral. Tulisan Anita di Threads ternyata viral dan berdampak ke Argi Budiansyah selaku petugas KAI di Stasiun Rangkas Bitung yang menerima cooler bag.

Kronologi Versi Argi

Melalui akun Threads-nya, Argi pun menjelaskan kronologi versi dirinya. Menurut Argi, saat itu dirinya sedang berjaga dan menerima tas tersebut dari security. Ia lalu menerima barang tersebut dan tidak sempat mengecek bagian dalamnya.

"Saya bawa barang tsb ke ruangan PS dan ditaruh di meja, dan saya langsung balik ke gate dikarenakan masih ramai penumpang, malamnya sebelum saya selesai dinas, saya menyadari ternyata barang tsb sudah di dalam lemari putih yang terkunci," tulisnya.

Namun saat Anita mengambil tas itu, rupanya tumbler tersebut sudah tidak ada di dalamnya. Menurut Argi, saat ia menerima tas itu juga dalam kondisi ringan. Karena dirinya yang malam itu berjaga, ia pun berniat ganti rugi dengan mengganti tumbler tersebut.

"Saya mencoba cari jalan tengah dengan menawarkan untung mengganti kehilanagn barang tsb, tetapi penumpang tsb bersikeras untuk ingin barang tsb ada, dan penumpang tsb melanjutkan perjalanannya naik KRL," tulisnya.

Ia juga menyertakan bukti chat bersama suami Anita. Argi mengatakan kalau dirinya akan mengganti tumbler tersebut. Namun suami Anita tidak menerima penggantian itu hingga akhirnya memviralkan kejadian tersebut di media sosial.

Kasus Berakhir Damai

Pasangan suami istri, Alvin dan Anita, menjadi sorotan publik setelah mengunggah sebuah utasan di akun Thread mengenai tumbler yang tertinggal di KRL hilang. Mereka tak menyangka keluhan yang disampaikan dalam utasan itu menyeret seorang petugas KAI bernama Argi yang disebut dipecat akibat kasus hilangnya tumbler milik Anita.

Melalui sebuah video klarifikasi berdurasi 55 detik yang diterima Kompas.com, Kamis (27/11/2025), Alvin dan Anita akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Dengan suara berat dan raut menyesal, keduanya mengakui bahwa cara mereka menyikapi kejadian itu telah memicu dampak luas yang tidak pernah dibayangkan.

Kasus tumbler milik pengguna Commuter Line bernama Anita yang hilang hingga menyebabkan seorang petugas KAI bernama Argi disebut dipecat berakhir damai pada Kamis (27/11/2025). PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh pihak telah bertemu dalam proses mediasi dan mencapai kesepakatan bersama.

"Pertemuan kekeluargaan yang menghasilkan kesepemahaman bersama dari seluruh pihak," ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangannya, Jumat (28/11/2025).

Bobby menambahkan, dari kasus ini, PT KAI akan terus menjaga profesionalitas layanan sekaligus memberikan dukungan penuh kepada seluruh pekerja. "Perusahaan (PT KAI) berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja dalam menjalankan peran mereka," kata dia.

Di sisi lain, Bobby memastikan Argi yang merupakan petugas Passenger Service Stasiun Rangkasbitung masih menjadi bagian dari KAI Group. "Argi tetap menjadi karyawan KAI Group serta bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan," jelas dia.

Sementara itu, Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba mengatakan, pihaknya, yakni KAI Commuter dan KAI Wisata, akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat koordinasi layanan, termasuk prosedur penanganan barang tertinggal atau lost and found.

"Kami terus meningkatkan integritas dan kesiapsiagaan seluruh pekerja, baik di area stasiun maupun selama perjalanan, agar layanan semakin responsif dan terpercaya,” kata Anne.

KAI juga mengimbau seluruh pengguna layanan KRL dan kereta api lainnya untuk selalu memastikan barang bawaan tetap berada dalam pengawasan selama perjalanan.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default