
Dampak Banjir Bandang yang Mengguncang Kota Padang
Banjir bandang yang melanda Kota Padang pada akhir bulan lalu menyebabkan kerugian hingga mencapai Rp 1,3 triliun. Kerusakan infrastruktur dan rumah warga menjadi penyebab utama dari angka tersebut. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menjelaskan bahwa kerusakan infrastruktur mencapai sekitar Rp 830 miliar, sementara kerusakan rumah warga, termasuk rumah rusak berat, hanyut, rusak ringan, serta fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan musala, ditaksir mencapai Rp 350 miliar.
Maigus Nasir juga mengungkapkan harapan adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat agar Kota Padang dapat segera bangkit pasca-bencana. Meski bencana tersebut tidak ditetapkan sebagai bencana nasional, respons pemerintah pusat dinilai sangat luar biasa. Saat ini, Pemerintah Kota Padang sedang memfokuskan upaya pada pembangunan hunian tetap bagi korban banjir bandang dan longsor.
Natal di Tengah Duka: Harapan Rosliana Tobing
Momen Natal 2025 terasa sangat berbeda bagi Rosliana Tobing (77). Di tengah duka yang menyelimuti banyak keluarga, ia berharap makna damai Natal tetap dirasakan oleh semua orang, terutama mereka yang terdampak bencana. Ia mengatakan, "Kita tahu belakangan ini banyak bencana. Semoga damai Natal menyertai saudara-saudara kita yang kena bencana maupun yang tidak."
Rosliana mengakui, umat Nasrani merayakan Natal tahun ini dalam suasana yang tidak biasa. Ada rasa prihatin yang menyelimuti, namun tidak menghapus semangat iman. "Natal kali ini agak prihatin. Tapi kita tetap harus semangat, karena semua kejadian ini Tuhan tahu," ujarnya.
Warga Kuranji Padang Geser Batu Pakai Tangan
Di kawasan Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, warga setempat terpaksa berjibaku melawan alam dengan peralatan seadanya setelah bantuan alat berat terhenti akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab. Tanpa bantuan mesin, puluhan warga turun ke sungai untuk memindahkan bongkahan batu dan kayu besar hanya dengan mengandalkan kekuatan tangan.
Ketua RT 02, RW 06 Adenan Syahputra menceritakan kisah pilu di balik tidak beroperasinya alat berat di lokasi tersebut. Aksi pencurian ini terbilang sangat rapi dan dilakukan oleh profesional. Kejadian ini berimbas fatal bagi keselamatan warga. Akibat kehilangan komponen vital tersebut, bantuan alat berat lainnya kini menjadi enggan untuk masuk ke wilayah Lubuk Manggu karena faktor keamanan.
Hunsela untuk Korban Banjir Bandang
Karang Taruna Kapalo Koto, relawan dan NGO membangun hunian sehat dan layak (hunsela) untuk korban terdampak banjir bandang di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Hunsela ini berupa rumah pribadi yang disediakan tanahnya oleh kaum Suku Tanjung di Kampung Talang.
Pembangunan hunsela sudah berlangsung selama lima hari. Ketua Karang Taruna Kapalo Koto, Muhammad Ilham, menjelaskan bahwa nantinya hunsela bakal dibangun sebanyak 10 unit untuk masyarakat yang terdampak banjir bandang. Total 10 unit, nantinya masyarakat yang menetap di huntara bakal menghuni hunsela ini. Anggaran pembangunan hunsela berkisar kurang lebih Rp15 juta untuk satu unit. Dana pembangunan hunsela juga dibantu oleh IKA Unand, ITB dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung serta para donatur.