47 Jiwa di Balik Ompreng MBG, Andi Irfan Pionir Keselamatan Dapur SPPG Bulungan

Erlita Irmania
0

Kehidupan di Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) YAAI

Di sebuah rumah yang berada di Jl. Mangga, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), terdapat suara dentuman besi yang terdengar sepanjang hari. Suara itu berasal dari aktivitas kerja para pekerja yang sedang membersihkan wadah makanan. Empat perempuan paruh baya dengan celemek lengkap bekerja secara tekun dan konsisten. Mereka memastikan setiap ompreng yang digunakan oleh 3.000 orang per hari tetap bersih dan tidak memiliki noda atau aroma sisa makanan.

Ritme harian ini menjadi bagian dari kehidupan mereka, yang berlangsung di tengah lantunan musik dari speaker di halaman. Meski tampak biasa, pekerjaan ini penuh tantangan. Di balik itu, ada beban berat yang harus dijalani demi menjaga kebersihan dan kesehatan ribuan anak-anak.

Proses Pengelolaan Wadah Makanan

Proses pengelolaan wadah makanan dilakukan secara teliti dan terstruktur. Air panas yang dipanaskan menggunakan tabung bright gas digunakan untuk menyapu sisa makanan. Setelah itu, wadah-wadah tersebut dikeringkan dan dimasukkan ke dalam Disinfectant Cabinet setinggi satu meter. Di sana, panas seratus derajat Celsius membakar habis bakteri, sehingga wadah siap digunakan kembali.

Untuk menjaga keselamatan diri, sarung tangan selalu disiapkan saat mengangkat wadah dari lemari panas. Lantai basah membuat para pekerja ekstra hati-hati melangkah, karena risiko kecelakaan bisa terjadi kapan saja.

Tantangan dan Risiko Kerja

Pekerjaan di dapur SPPG YAAI bukan hanya soal jam kerja yang tidak umum, tetapi juga tuntutan tinggi dalam menjaga higienisasi makanan. Jam kerja karyawan dibagi menjadi dua shift: divisi persiapan bekerja dari pukul 16.00 hingga 01.00 Wita, dan divisi pengolahan bekerja dari pukul 01.00 hingga 09.00 Wita. Kelelahan dan mengantuk bisa mengancam para pekerja.

Selain itu, banyak karyawan harus menempuh perjalanan jauh dari rumah ke dapur SPPG. Ada yang dari SP8 Desa Tanjung Buka dan Desa Apung, jaraknya jauh dari Tanjung Selor, dan kondisi jalannya tidak selalu mulus aspal, bahkan ada yang harus menyeberangi sungai. Risiko di jalan pun sangat besar.

Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Untuk menjaga kesejahteraan para pekerja, Andi Irfan, penanggung jawab dapur SPPG YAAI, mendaftarkan seluruh karyawan dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini menjadi penting karena memberikan perlindungan bagi 47 jiwa yang bekerja di garis depan.

Dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, setiap pekerja akan dilindungi dari risiko kecelakaan kerja hingga jaminan kematian. Ini memberikan rasa aman dan ketenangan bagi para pekerja, serta perusahaan.

Manfaat dan Komitmen

Andi Irfan menilai bahwa pengurusan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan cukup mudah. Meskipun tanpa bantuan pemerintah daerah, prosesnya tidak membutuhkan waktu lama dan administrasi yang rumit. Ia merasa lega karena tidak lagi khawatir akan risiko yang bisa datang kapan saja.

Bagi para pekerja, langkah ini menjadi bentuk komitmen dari pemilik perusahaan. Mereka merasa didukung dan dipedulikan, sehingga semangat kerja meningkat.

Kesadaran dan Tanggung Jawab

Salah satu pekerja, Meisya Aulia, merasa bangga dengan tanggung jawab perusahaan. Baginya, bekerja di perusahaan yang menjadikan jaminan perlindungan kerja sebagai tameng menghadapi risiko adalah kebanggaan tersendiri. Ia berharap hal ini bisa menjadi contoh untuk dapur-dapur MBG lainnya.

Pengalaman dan Perbaikan

Meski telah berusaha maksimal, dapur SPPG YAAI sempat menghadapi isu keracunan makanan. Namun, isu tersebut dinyatakan tidak benar, dan dapur kembali beroperasi. Untuk menghindari hal serupa, SPPG YAAI melakukan perbaikan dan mendapatkan SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), sertifikat halal, dan chef bersertifikat.

Komitmen untuk Negara

Bagi Andi Irfan, bekerja di dapur MBG adalah bentuk pengabdian kepada negara. Ia berkomitmen untuk memenuhi semua syarat dan tuntutan pemerintah dalam menjaga higienisasi makanan. Ia percaya bahwa pengabdian ini adalah kontribusi nyata untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default