Kasus Istri Kasatpol PP Pangkalpinang Dipermasalahkan, Konflik Berlarut Akibat Unggahan Media Sosial

Erlita Irmania
0

Peristiwa Penggerebekan Rumah Dinas Kasatpol PP Pangkalpinang oleh Massa yang Didominasi Emak-emak

Peristiwa penggerebekan rumah dinas Kasatpol PP Kota Pangkalpinang, Efran, oleh massa yang didominasi emak-emak menjadi perhatian publik. Hal ini terjadi setelah istri Efran, Dini, dilaporkan mengunggah konten di media sosial yang memicu konflik dengan sekelompok ibu-ibu.

Puncak kejadian terjadi pada Jumat (19/12/2025) malam ketika rumah dinas Dini dan Efran digeruduk oleh ratusan massa. Kejadian ini berawal dari unggahan Dini di media sosial yang menurut kuasa hukumnya, Fitriadi, tidak menyebutkan nama siapa pun dan tidak ditujukan kepada pihak tertentu. Namun, pihak Ibu Suri Wakanda Cs merasa tersinggung dan menganggap unggahan tersebut ditujukan kepada mereka.

Massa yang terdiri dari emak-emak kemudian mendatangi kediaman Efran. Kedatangan mereka disertai siaran langsung melalui TikTok yang menarik perhatian banyak orang. Situasi memanas hingga memicu kerumunan massa yang akhirnya datang ke lokasi.

Dini dan Efran kemudian meminta bantuan polisi karena merasa rumah dinas mereka didatangi secara tidak wajar dan mengganggu ketertiban umum. Pihak kepolisian kemudian mengarahkan semua pihak untuk melakukan mediasi di Mapolresta Pangkalpinang.

Mediasi yang Tidak Menemukan Titik Temu

Mediasi yang digelar sekitar pukul 22.00 WIB turut dihadiri oleh Efran dan Dini. Namun, suasana mediasi tidak kondusif karena masih terjadi lontaran kata-kata kasar dari pihak lawan. Fitriadi menjelaskan bahwa kliennya merasa tidak nyaman, privasinya terganggu, dan martabatnya diserang selama proses mediasi.

Karena tidak ada titik temu dalam mediasi, Dini berencana melaporkan kembali karena merasa rumahnya telah digeruduk dan peristiwa itu dinilai telah melanggar ketertiban umum serta mencederai rasa aman keluarga. Laporan yang dilayangkan berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), menyusul sejumlah siaran langsung di media sosial yang dinilai berisi hinaan dan cacian.

Fitriadi juga menegaskan bahwa kliennya tidak pernah diamankan oleh pihak kepolisian. Kehadiran Dini di Polresta Pangkalpinang semata-mata untuk menjalani proses mediasi yang difasilitasi aparat kepolisian, meski pada akhirnya mediasi tersebut tidak menemukan titik temu.

Unjuk Rasa di Mapolresta Pangkalpinang

Polisi sempat kewalahan menenangkan emosi ibu-ibu yang datang ke Mapolresta Pangkalpinang pada Jumat (19/12/2025) malam. Ketegangan terjadi antara aparat kepolisian dan sekelompok emak-emak yang mendatangi kantor polisi tersebut. Keributan bermula saat sejumlah emak-emak tiba di lobi gedung utama Mapolresta Pangkalpinang dan terlibat adu mulut dengan aparat.

Polisi tampak berupaya menenangkan massa yang terus berteriak dan meminta kasus yang mereka persoalkan segera ditangani. “Tenang, ibu-ibu. Ini kantor polisi, silakan duduk dulu dan jangan emosi,” ujar salah seorang anggota kepolisian saat mencoba meredam situasi.

Massa menilai perempuan itu telah menyebarkan pernyataan bernada provokatif melalui media sosial yang memicu konflik. “Suruh keluar dia itu pak, jangan berani di dalam dan jangan berkoar-koar di media sosial saja beraninya dan ngatain orang seenak jidatnya,” ketus seorang emak-emak.

Setelah dilakukan berbagai upaya, kedua belah pihak akhirnya dibawa ke ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pangkalpinang untuk dimediasi. Meski telah dipertemukan, kedua belah pihak masih bersitegang dan gagal karena belum menemukan titik temu.

AKP Singgih Aditya Utama, Kasat Reskrim Polresta Pangkalpinang, mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak terjadi konflik atau masalah antara kedua belah pihak. “Tentu, kami minta masyarakat supaya bijak dalam bermedsos dan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak inginkan,” imbaunya.

Sementara keramaian yang sempat terjadi di Mapolresta Pangkalpinang, mulai kondusif dan masyarakat mulai meninggalkan Mapolresta sekitar pukul 24.00 WIB.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default