Mahasiswa Unika Ruteng Ubah Sampah Jadi Karya Seni Estetis

Erlita Irmania
0
Mahasiswa Unika Ruteng Ubah Sampah Jadi Karya Seni Estetis

Pendahulu

Sampah merupakan salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi baik oleh negara-negara berkembang maupun negara-negara maju di dunia. Masalah sampah merupakan masalah yang umum dan telah menjadi fenomena universal diberbagai negara di dunia. Sampah menurut definisi, adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kelangsungan makhluk hidup. Oleh karena itu dengan mengubah sampah plastik menjadi barang yang dapat digunakan kembali dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Pada era saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa kita hidup berdampingan dengan bahan sintetis seperti plastik. Plastik merupakan salah satu bahan baku di setiap barang yang hampir sering kita temui mulai dari alat makan (sendok, garpu, piring, mangkuk, gelas, dan lain-lain), botol minum, kantong plastik, pembungkus makanan (mika), pipa, plastik mika laminating, hingga mainan anak-anak. Penggunaan plastik secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan dan dapat menjadi ancaman bagi lingkungan.

Kreativitas pemanfaatan sampah plastik menjadi kerajinan tangan adalah solusi yang cukup baik untuk mengubah sampah plastik menjadi barang yang berguna kembali, bahkan memiliki nilai jual serta dapat dikreasikan menjadi barang yang mempunyai nilai estetika. Kreativitas dalam diri seseorang dapat ditumbuhakan melalui banyak cara, salah satunya yaitu dengan membuat kerajinan tangan. Sampah plastik dapat dibuat kerajinan tangan seperti tas belanja, hiasan kamar, dompet, lampu hias, tempat pensil, keranjang, bunga, dan lainnya.

Namun, di sisi lain ternyata plastik juga mempunyai kekurangan yaitu sulit dan lama terurai sampai ratusan tahun, sehingga akan semakin menumpuk jumlah sampah di setiap harinya. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu dicari jalan keluar, yang diantaranya adalah bagaimana mendaur ulang plastik agar menjadi barang yang berharga ekonomi. Daur ulang biasanya di hadapkan pada penggunaan teknologi yang tinggi dan mahal, serta butuh operator yang terlatih Tetapi tidak semua daur ulang seperti itu, salah satunya adalah dengan membuat sampah plastik kresek menjadi bunga artificial.

Metode

Penelitian ini menerapkan pendekapan deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan ini digunakan untuk menguraikan proses pemberdayaan masyarakat dalam mengolah sampah plastik kresek menjadi kerajinan bunga kamboja yang bernilai estetika dan fungsional. Kegiatan dilaksanakan di Ngencung, dengan melibatkan ibu-ibu setempat sebagai peserta. Pemilihan peserta didasarkan pada peran ibu-ibu dalam penggunaan plastik sehari-hari serta peluang mereka dalam mengembangkan keterampilan kerajinan rumah tangga.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi pelatihan dan pendampingan. Tahap pelatihan dilaksanakan melalui praktik langsung pembuatan bunga kamboja dari plastik kresek. Selanjutnya, kegiatan pendampingan dilakukan untuk mendorong peserta agar mampu mengembangkan keterampilan secara mandiri.

  • Bahan yang dibutuhkan: Plastik kresek, kawat ban, dan benang jahit
  • Alat-alat yang digunakan: Gunting dan tang potong kawat

Cara Membuat: Proses pembuatan bunga kamboja diawali dengan membersihkan plastik kresek bekas, kemudian memotongnya menjadi beberapa bagian sesuai dengan ukuran kelopak bunga. Potongan plastik tersebut selanjutnya dibentuk menyerupai kelopak, lalu dirangkai dan disatukan dengan cara diikat menggunakan benang hingga membentuk satu kesatuan bunga. Kawat dimanfaatkan sebagai tangkai dengan cara mengaitkan rangkaian kelopak pada ujung kawat sampai terbentuk bunga kamboja secara utuh. Tahap akhir dilakukan melalui perapian dan penyempurnaan bentuk agar hasil kerajinan tampak rapi dan memiliki daya tarik visual.

Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk menggambarkan hasil kegiatan serta dampaknya terhadap peningkatan keterampilan dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik.

Hasil dan Pembahasan

Pelaksanaan pelatihan pengolahan sampah plastik kresek menjadi kerajinan bunga kamboja menghasilkan capaian yang positif bagi peserta. Ibu-ibu yang terlibat dalam kegiatan ini mampu melaksanakan seluruh tahapan pembuatan bunga kamboja secara sistematis, mulai dari tahap persiapan bahan, pembentukan kelopak, perangkaian bunga, hingga proses penyempurnaan hasil akhir. Produk kerajinan yang dihasilkan menunjukkan bentuk bunga kamboja yang relatif rapi, menarik, serta memiliki nilai estetika sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai elemen dekoratif rumah tangga.

Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan kegiatan, ditemukan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah sampah plastik kresek. Peserta tidak hanya mampu mereplikasi contoh yang diberikan, tetapi juga mulai menunjukkan kemampuan kreatif melalui pengombinasian warna plastik dan penyesuaian bentuk kelopak untuk meningkatkan kualitas visual bunga. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode pelatihan berbasis praktik langsung yang disertai pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan kerajinan tangan masyarakat. Selain peningkatan keterampilan, kegiatan ini juga memberikan dampak terhadap meningkatnya kesadaran peserta mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik. Peserta mulai memahami bahwa sampah plastik yang sebelumnya dipandang sebagai limbah tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai estetika. Perubahan perspektif tersebut tercermin dari tingkat partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan, serta adanya keinginan untuk melanjutkan kegiatan kerajinan secara mandiri setelah pelatihan selesai.

Capaian kegiatan ini sejalan dengan tujuan pemberdayaan masyarakat, yaitu mendorong pemanfaatan sumber daya lingkungan secara kreatif dan berkelanjutan. Pemanfaatan sampah plastik kresek menjadi kerajinan bunga kamboja tidak hanya berkontribusi pada upaya pengurangan limbah plastik, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi rumah tangga apabila produk kerajinan tersebut dikembangkan lebih lanjut sebagai komoditas bernilai jual. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi alternatif solusi dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan keterampilan dan kesadaran lingkungan masyarakat.

Kesimpulan

Kegiatan pelatihan pembuatan bunga kamboja berbahan dasar plastik kresek merupakan upaya yang tepat dan diperlukan dalam menanggulangi permasalahan peningkatan volume sampah plastik. Melalui kegiatan ini, masyarakat, terutama ibu-ibu, memperoleh pengetahuan serta keterampilan dalam mengolah sampah plastik menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai estetika dan nilai guna. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan sampah plastik di Ngencung, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, serta menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.


Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default