Opini: Wisata, Sektor Pemimpin Pembangunan NTT

Erlita Irmania
0
Opini: Wisata, Sektor Pemimpin Pembangunan NTT

Potensi Pariwisata Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki populasi lebih dari lima juta jiwa dan memiliki beragam potensi aset wisata yang terdiri dari alam, laut, budaya, kesenian, kearifan lokal, etnis, dan agama. Semua potensi ini merupakan kekayaan yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk diolah lebih lanjut dalam pembangunan pariwisata demi kesejahteraan masyarakat.

Ada 21 kabupaten dan 1 kota di NTT, dan setiap daerah dapat mengembangkan pariwisata sesuai dengan Undang-Undang No.10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan RI. Beberapa kabupaten dalam program pembangunan daerahnya memilih pariwisata sebagai leading sector. Jika suatu sektor dipilih menjadi leading sector atau lokomotif pembangunan, maka sektor tersebut harus memenuhi empat persyaratan dasar, seperti:

  • Kualitas produk tinggi: Produk 4A (attraction, amenities, accessibility, ancillary services) harus berkualitas agar menarik banyak permintaan dari konsumen.
  • Pemanfaatan teknologi: Teknologi informasi dan komunikasi digital sangat membantu promosi dan pemasaran produk.
  • Investasi modal usaha: Dengan berkembangnya modal, usaha akan semakin dikenal dan menghasilkan keuntungan lebih besar.
  • Multiplier effect: Leading sector mampu menggerakkan sektor lain, seperti menciptakan lapangan kerja dan memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Tahapan Pengembangan Pariwisata

Pengembangan pariwisata di suatu daerah umumnya melalui tiga tahap, yaitu:

  • Tahap discovery: Masyarakat mulai menjajagi potensi alam, budaya, dan agama untuk dijadikan daya tarik wisata.
  • Tahap local response: Mulai ada perencanaan dan usaha awal dari masyarakat untuk mewujudkan potensi menjadi daya tarik wisata.
  • Tahap institutionalised: Terbentuk kerja sama tetap antara lembaga-lembaga kepariwisataan, pemerintah, para pebisnis, dan masyarakat setempat, termasuk peran media sosial dalam membangun industri pariwisata.

Pada tahap ini, pariwisata sudah membudaya dalam masyarakat. Masyarakat lokal menghayati budaya pariwisata dengan kreativitas dan inovasi dalam mengelola aset wisata menjadi bermutu tinggi untuk dikonsumsi wisatawan global.

Tantangan Ke Depan

Ada beberapa tantangan yang perlu ditangani untuk mendorong pariwisata menjadi leading sector pembangunan NTT:

  • Peran agama dalam pariwisata: Agama memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat NTT, baik secara spiritual maupun ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Tokoh agama dapat berperan dalam pembangunan pariwisata dengan memberikan pendidikan, membangun ekonomi, dan menjadi mediator antara pemerintah dan masyarakat.
  • Peningkatan pariwisata spiritual: Pariwisata rohani mencakup ziarah dan tamasya rohani. Di NTT ada banyak destinasi wisata rohani yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
  • Pemberdayaan perempuan: Perempuan memiliki potensi besar dalam pembangunan pariwisata, namun sering mengalami posisi subordinasi. Pemberdayaan melalui BLK Pariwisata atau POKDARWIS perempuan dapat meningkatkan peran mereka sebagai entrepreneur.
  • Pemberdayaan pariwisata pedesaan: Desa-desa di NTT memiliki daya tarik wisata alam, sosial-budaya, dan rohani. Kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan diperlukan untuk mengembangkan pariwisata pedesaan.

Kesimpulan

Mari membangun budaya pariwisata dalam masyarakat agar pariwisata menjadi leading sector pembangunan NTT. Dengan pengelolaan yang baik, pariwisata dapat menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat NTT.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default