Ringkasan Berita:
- Barcelona Berjaya: Barcelona meraih gelar Piala Super Spanyol yang ke-16 setelah berhasil mengalahkan Real Madrid dengan skor 3-2.
- Raphinha Bintang Pertandingan: Raphinha menjadi pahlawan kemenangan dengan mencetak dua gol ke gawang Real Madrid.
- Drama Kartu Merah: Pertandingan berakhir secara dramatis dengan kartu merah Frenkie de Jong saat Barcelona harus bertarung dengan 10 pemain di menit akhir.
Erfa News, YOGYA -Barcelona berhasil memastikan gelar juara Piala Super Spanyol (Supercopa de Espana) setelah mengalahkan lawan lamanya, Real Madrid, dalam pertandingan final yang berlangsung sangat menegangkan.
Bermain di King Abdullah Sports City, Senin pagi WIB, Blaugrana berhasil meraih kemenangan sempit dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang penuh gol, kartu merah, dan suasana tegang hingga menit terakhir.
Pertandingan yang dikenal sebagai El Clasico ini menampilkan pertarungan strategi hebat antara Hansi Flick yang memimpin Barcelona dan Xabi Alonso yang mengatur Real Madrid.
Sejak peluit dimainkan, pertandingan langsung berlangsung dengan intensitas yang tinggi.
Barcelona tampil sangat menguasai bola, berupaya mengatur alur permainan melalui umpan-umpan pendek, sementara Real Madrid memberikan ancaman mematikan melalui serangan balik cepat yang efektif.
Raphinha tampil sebagai Man of the Match berkat pencetak dua golnya (brace) yang penting, sementara satu gol lainnya dihasilkan oleh penyerang veteran Robert Lewandowski.
Di pihak Los Blancos, perlawanan sengit ditunjukkan melalui gol Vinicius Junior dan pemain muda berbakat Gonzalo Garcia Torres.
Kemenangan ini memastikan piala bergengsi tiba di kantor Camp Nou musim ini.
Paruh Pertama: Hujan Gol dan Drama di Akhir Babak
Pertandingan dimulai dengan Barcelona langsung melakukan serangan.
Mengandalkan lini tengah yang dipimpin oleh Frenkie de Jong dan Pedri, Barcelona berupaya membatasi pergerakan Madrid di wilayah pertahanan mereka sendiri.
Data awal pertandingan menunjukkan keunggulan yang jelas dari Barcelona, tetapi ketatnya lini belakang Madrid yang dipimpin oleh Dean Huijsen dan Raul Asencio membuat Blaugrana kesulitan menemukan celah untuk menyerang.
Berbagai kesempatan muncul, tetapi Thibaut Courtois tampil tangguh di bawah mistar gawang Madrid.
Di sisi lain, Madrid sering kali mengancam melalui kecepatan Vinicius Junior dan Rodrygo, membuat kiper Barcelona, J. Garcia, harus bekerja keras untuk melakukan penyelamatan.
Kemacetan akhirnya terpecahkan pada menit ke-36.
Dimulai dari rencana serangan yang dibuat secara perlahan oleh lini belakang, pemain muda Fermin Lopez melihat celah di sisi kanan pertahanan Madrid.
Ia melepaskan umpan yang tepat sasaran, menghancurkan pertahanan lawan.
Raphinha yang bergerak gesit tanpa bola, menerima umpan tersebut.
Secara tenang, pemain sayap asal Brasil itu mengalahkan Courtois dengan tendangan yang tepat.
Skor berubah menjadi 1-0 dengan keunggulan Barcelona.
Ketertinggalan satu gol membuat Real Madrid terkejut.
Tim Xabi Alonso mulai tampil lebih terbuka dan menekan lini pertahanan Barcelona pada posisi yang lebih tinggi.
Namun, pertandingan sebenarnya mulai memanas pada masa tambahan babak pertama.
Tiga gol terjadi hanya dalam lima menit masa tambahan.
Pada menit ke-45+2, tim Real Madrid berhasil mencetak gol penyama kedudukan.
Serangan balik cepat yang dilakukan oleh Vinicius Junior melalui pergerakan individualnyadribling sisi kanan pertahanan Barca.
Tanpa ampun, Vinicius berhasil menembus pertahanan Barcelona dan melakukan tendangan yang tidak bisa dihalau oleh kiper.
Skor lapangan berubah menjadi 1-1, dan para pendukung Madrid bersorak.
Hanya berselang dua menit, tepatnya di menit ke-45+4, mereka kembali memimpin.
Kali ini giliran Pedri yang memperlihatkan kecerdasan luar biasanya.
Pemain gelandang kreatif memberikan umpan penting ke area pertahanan Madrid yang segera diambil oleh Robert Lewandowski.
Pemain depan Polandia menunjukkan ketajamannya masih terjaga melalui finishing yang tenang.
Barcelona memimpin lagi 2-1.
Pada menit ke-45+7, detik-detik terakhir sebelum jeda, Real Madrid kembali mengancam dengan skor imbang.
Gonzalo Garcia Torres, yang sebelumnya memberikan umpan, kini mencatatkan namanya di daftar pencetak gol.
Memanfaatkan kelemahan bek Barcelona dalam menghadapi bola mati, ia berhasil mencetak gol penyama dari keributan di depan gawang Barcelona.
Skor 2-2 mengakhiri paruh pertama yang luar biasa.
Babak Kedua: Raphinha Menjadi Pahlawan, De Jong Dikartu Merah oleh Wasit
Memasuki babak kedua, ritme permainan tetap tidak berkurang sedikit pun.
Hansi Flick dan Xabi Alonso keduanya mengubah strategi guna meraih gol kemenangan.
Barcelona tetap menguasai jalannya pertandingan, terlihat dari dominasi bola mereka yang mencapai 71 persen sepanjang pertandingan.
Namun, Madrid tetap memperlihatkan bahaya setiap kali menguasai bola.
Hansi Flick mengganti pemain yang ternyata menjadi kunci kemenangan.
Dani Olmo dimasukkan guna memperkaya kreativitas di lini depan, menggantikan pemain yang mulai kelelahan.
Keputusan ini tercapai pada menit ke-73.
Barcelona menciptakan serangan yang teratur dari sisi kiri.
Dani Olmo, yang baru saja bergabung, melakukan gerakan cerdas dan memberikan umpan yang tepat ke dalam area penalti.
Di sana, Raphinha telah berdiri bebas dan mencetak gol keduanya tanpa kesalahan pada malam itu.
Skor berubah menjadi 3-2 bagi Barcelona.
Gol tersebut dinikmati secara emosional oleh para pemain Blaugrana.
Ketiga kalinya tertinggal membuat Xabi Alonso merespons dengan tegas.
Ia memasukkan "senjata berat" dari bangku cadangan.
Bintang-bintang besar seperti Kylian Mbappe, David Alaba, dan Arda Guler dimasukkan guna meningkatkan kekuatan serangan.
Kedatangan Mbappe sempat menimbulkan kekhawatiran bagi lini pertahanan Barcelona.
Kelajuan pemain serang Prancis itu beberapa kali memaksa Jules Kounde dan Pau Cubarsi melakukan tekanan-tekanan penting.
Real Madrid membatasi seluruh pertahanan Barcelona dalam 10 menit terakhir pertandingan.
Serangan beruntun dari Los Blancos membuat pertandingan semakin sengit.
Kekakuan mencapai puncaknya pada masa tambahan babak kedua.
Bencana terjadi di Barcelona pada menit ke-90+1.
Gelandang tengah tim, Frenkie de Jong, harus keluar dari lapangan lebih dini.
Wasit mengeluarkan kartu merah langsung kepada De Jong setelah dia melakukan pelanggaran keras yang menghentikan serangan balik Madrid yang berpotensi mencetak gol.
Kehilangan De Jong menyebabkan Barcelona berada dalam kondisi genting.
Mereka perlu bertahan dengan 10 pemain dalam sisa waktu yang tersisa.
Real Madrid berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Mereka menggempur area penalti Barcelona dengan umpan silang dan tembakan jarak jauh.
Namun, ketangguhan pertahanan Barcelona dan ketenangan kiper J. Garcia berhasil menggagalkan setiap kesempatan Madrid.
Sampai peluit akhir berbunyi, skor 3-2 tetap tidak berubah.
Barcelona layak memperoleh trofi Piala Super Spanyol dalam pertandingan yang akan diingat sebagai salah satu El Clasico terhebat.
Statistik Pertandingan
Berdasarkan data, Barcelona memang tampil sangat menguasai jalannya pertandingan, meskipun Madrid bermain sangat efisien dalam menciptakan kesempatan.
Berikut adalah data statistik pertandingan final berikut:
- Hasil Akhir: Barcelona 3 - 2 Real Madrid
- Penguasaan Bola (Possession): Barcelona 71 persen melawan 29 persen Real Madrid
- Jumlah Tembakan (Shots): Barcelona 14 - 10 Real Madrid
- Temuan kearah gawang (Shots on Target): Barcelona 8 - 8 Real Madrid
- Operan (Passes): Barcelona 565 - 262 Real Madrid
- Presisi Pemain: Barcelona 93% - 80% Real Madrid
- Pelanggaran: Barcelona 14 - 9 Real Madrid
- Kartu Kuning: Barcelona 2 - 3 Real Madrid
- Kartu Merah: Barcelona 1-0 Real Madrid
- Tendangan Bebas: Barcelona 5 - 6 Real Madrid
- Laga: Barcelona 2 - 0 Real Madrid
Susunan Pemain
Barcelona (4-3-3):
- Kiper: J. Garcia
- Pemain Belakang: J. Kounde, P. Cubarsi, E. Garcia, A. Balde
- Gelandang: F. Lopez (Gerard Martin), F. De Jong (Kartu Merah), P. Gonzalez
- Pemain serang: L. Yamal (Ferran Torres), R. Lewandowski (Marcus Rashford), Raphinha (Ronald Araujo)
- Pemain Pengganti Lainnya: Dani Olmo (Masuk dan Memberi Umpan), Marc-Andre ter Stegen, Marc Casado, Roony Bardghji, Marc Bernal, Wojciech Szczesny, Tommy Marques.
- Pelatih: Hansi Flick
Real Madrid (4-3-3):
- Kiper: T. Courtois
- Pemain: F. Valverde, R. Asencio (David Alaba), D. Huijsen, A. Carreras (Fran Garcia)
- Gelandang: E. Camavinga (Dani Ceballos), A. Tchouameni, J. Bellingham
- Pemain serang: Vinicius Jr (Kylian Mbappe), Rodrygo, Gonzalo Garcia (Arda Guler)
- Pemain Cadangan Lainnya: Franco Mastantuono, Dani Carvajal, Andriy Lunin, Antonio Rudiger, David Jimenez, Thiago Pitarch Pinar.
- Pelatih: Xabi Alonso
Kemenangan ini memperpanjang keunggulan Barcelona atas Real Madrid.
Real Madrid tidak berhasil memulai rangkaian kemenangan setelah sebelumnya mampu mengalahkan Barcelona dalam pertandingan La Liga.
Barca berhasil meraih gelar Piala Super Spanyol untuk yang ke-16 kalinya sejak pertama kali memenangkannya pada tahun 1983.
Laga El Clasico selalu dihadiri oleh jumlah gol yang cukup banyak dan membuat para penggemar selalu antusias menantikannya.(MG Romadhon)